jump to navigation

Musim Panas di Jerman Januari 18, 2007

Posted by bayuleo in Jalan2.
7 comments

Pusat Kota Stuttgart, Jerman 

Take off dari Soekarno-Hatta hari Minggu jam setengah tujuh malem, nyampai di
Kuala Lumpur jam 8 malem waktu setempat. Penerbangan ke Frankfurt jam 11.10 malem. Lumayan masih ada waktu 2 jam untuk jalan-jalan di airport yang arsitektur nya agak futuristik.  Jam sebelas kurang seperempat masuk ke pesawat …..ok lah pesawatnya Malaysian Airlines, penerbangan yg menyenangkan ditambah pramugarinya cantik-cantik …hemmm plus bisa maen game & muter film sepuasnya. Butuh sekitar 12 jam untuk sampai di Frankfurt.

Tiba di Frankfurt jam enam pagi (lunch time di Jakarta), 19 derajat celcius dingin banget! Untungnya saja teman yang jemput udah ada di ruang tunggu, ”hey man..long time no see” + pelukan erat. Keluar dari Bandara temenku langsung bawa aku ke Berlin naek mobil alfa romeo, sejenis mobil olah raga kalo gak salah sepabrikan ama Fiat dan Ferrari. Dia setir hajar sendirian dari Frankfurt sampai Berlin habis aku belum fasih mengendalikan mobil kayak gitu ….lagian jalannya di sebelah kanan bukan di sebelah kiri …..alamak. Sorenya dah sampai di Berlin langsung jalan-jalan kota-kota naek sepeda kumbang sejenis punya Pak Oemar Bakrie nya Iwan Fals. Siang hari di Berlin panjang banget ….udah jam 11 malem tapi masih terang kayak jam lima di Jogja.

Hari kedua, pergi ke Museum di pusat kota Berlin. Museumnya penuh dengan barang barang kenangan sejarah tentang runtuhnya tembok Berlin. Setelah itu pergi ke markas “die  tageszeitung” yang merupakan salah satu koran independen. Ada teman yang kerja disitu dan menunjukan semua bagian bangunan plus liat-liat orang-orang yang bekerja di situ serta sedikit proses kerja. Makan siang diajak kawan yang bekerja di koran itu untuk makan di restoran Italy, makan spaghety ….indomie goreng. Teman makan siang balik kerja trus kaki melangkah menuju ke gedung pusat pemerintahan, DPR/MPR Jerman. Gedungnya gede dan tua tapi terawat…warisan nenek moyang. Mau masuk antrinya panjang banget ….banyak turis ….udah gitu pake kebelet menahan pengin pipis abis-abis an. Gak ada toilet deket situ….mau pipis angkat celana di lapangan …..gak enak , kalo keluar barisan antrian ntar harus mulai lagi dari awal yang panjang banget, akhirnya ditahan-tahan sampai si Johny kecil kembang-kempis adem panas. 

Tiba juga akhirnya giliran, setelah di cek sama satpam naek ke puncak gedung ……waaaaa disini ada rest room ….damai hahahaha. Puncak gedung berbentuk kubah dari kaca yang ukurannya besar banget. Dari puncak kubah kaca terlihat  kota Berlin dengan beberapa view. Waktu jalan pulang ke apartemen ketemu dua teman trus pergi ke kafe untuk minum kopi, ngobrol sebentar trus pulang ….tidur ssszzzzz.

Hari ketiga, bangun siang trus makan siang di kantin Universitas Freie Berlin, lanjut ikut satu sesi kuliah tentang sejarah konsititusi Canada. Kuliahnya pake bahasa Inggris dan cukup menarik karena suasanannya begitu hidup. Kelasnya berbentuk meja bundar trus mahasiswannya bisa mengekspresikan ide-ide mereka dengan bebas. Abis itu pergi ke museum Anthropology milik universitas. Museum nya bagus, banyak sekali barang-barang kuno jaman baheula dari seluruh dunia. Ada dari suku-suki Indian, Afrika, Amerika, Eropa dan dari Indonesia juga ada. Sorenya masak bareng di apartemen teman, masakannya enak trus ngobrol sana-sini ampe tengah malem.

Hari keempat, teman yang kerja di Bundestag, gedung DPR/MPR, mengajak untuk melihat kantornya. Lumayan bisa masuk gedung itu dengan liat-liat trus makan siang di kantin lalu jalan-jalan disekitar istana tempat tinggal kanselir Jerman. Setelah itu pergi ke pameran tentang korban rasisme yang diselengarakan oleh mahasiswa-mahasiswa seni dan design di dekat tembok Berlin.

Hari kelima, di jemput teman di apartemen untuk sepeda-sepeda an keliling menyusuri sungai Spree terus menuju pelabuhan kecil, makan siang dan minum kopi di pingir jalan. Sorenya masak lagi bareng-bareng mengundang semua teman, ada 7 orang, untuk makan malem besama. Masakannya enak makannya banyak minum anggur merah dan putih, ngobrol sampai malem sambil ngemil coklat. Malem yang menyenangkan.

Hari keenam, dua orang teman datang dari Dresden. Seharian jalan-jalan bareng di sekitar sungai. Malemnya diundang makan malem ….makan lagi …makan lagi.

Hari ketujuh, kami semua bersama-sama pergi ke pelabuhan dan beli tiket untuk naek kapal keliling-keliling di sepanjang sungai Spree, melihat kota Berlin dari sisi lain. Selama di kapal banyak banget aku mengambil gambar….ada juga orang-orang yang pada telanjang menikmati hangat nya matahari musim panas. Buat aku itu matahari panas banget membakar kulit yang udah dari sono nya coklat tapi memang udarannya tetap adem kayak di kaliurang. Setelah puas lalu makan siang di warteg turki. Sorenya bikin barbeque in taman kota tp sayang dua orang teman tidak bisa ikut karena harus baik ke Illemenue dan ke Dresden. Abis barbeque perut rasannya kenyang banget.

Hari kedelapan, seorang teman cewek yang kuliah di Universitas Friei mengajak jalan-jalan kota-kota lalu mengajak untuk maen ke apartemennya. Dia sharing apartemen tempat dia tinggal bersama tiga mahasiswa yang laen. Itu mahasiswa pada ramah-ramah, ngobrol sana sini tentang kegiatan mereka sebagai mahasiswa. Akhirnya kami makan malem bareng.

Hari kesembilan, kecapekan karena jalan-jalan melulu badan pegel semua jadi seharian cuman mlunker di apartemen tidur seharian, baca buku dan liat tv.

Hari kesepuluh, jemput pacar teman di bandara yang datang dari Spanyol. Lalu pergi ke stadion untuk liat bola, piala dunia live tapi pake layar raksasa, Jerman lawan Irlandia. Ramai banget orang pada teriak-teriak dukung Jerman…..seru dan banyak yang sambil minum berbotol-botol bir. Malemnya pergi ke Bar untuk makan lalau jalan-jalan ke taman kota cuci mata. Setelah itu pergi ke Bar lagi untuk merayakan teman yang ulang tahun. Sederhana tapi romantis pas tengah malem diringi suara serak almarhum Kurt Cobain lagu-lagu Nirvana pun mengema …..come as you are as a friend….. minum terus sampai pagi.

Hari kesebelas, pergi ke kota Postdam. Mengunjungi bangunan-bangunan tua yang katannya warisan Kaisar Frederick Wilhem III, gak kenal aku itu sapa …kalo Panembahan Senopati, Hayam Wuruk, Gadjah Mada….nah itu sedikit-sedikit aku ngerti. Setelah itu pergi ke Universitas Postdam untuk makan siang, numpang di kantin mahasiswa yang hargannya agak miring dikit. Rencananya mau lanjut jalan ke pusat kota Postdam tetapi hujan keburu menguyur akhirnya kabur balik ke rumah.

Hari-hari selanjutnya aku dah gak nulis catatan harian dengan detil.

Weekend, sabtu pagi-pagi teman mengajak pergi ke Dresden, kota dimana ada 2 orang teman laen yang tinggal dan bekerja jadi dosen dan istrinya orang Jogja. Ke Dresden naek kereta api, kereta apinya bersih dan perlu 3 jam perjalanan untuk sampai di stasiun kota Dresden. Sesampainya disana sudah ada 2 orang teman yang menunggu untuk menjemput. Lalu kami pergi ke tempat tingal mereka, istirahat mlunker di sofa sambil liat sepak bola di tv dan ngemil makanan kecil masakan sendiri. Malemnya pergi ke pusat kota Dresden, makan malem di restoran, makanannya enak banget tapi harganya lumayan mahal. Setelah itu jalan-jalan kota-kota cuci-cuci mata-mata. Berlanjut pergi ke Bar minum-minum bir dan koktail.

Minggu pagi-pagi setelah sarapan pergi ke sebuah komplek bangunan istana tua, kayaknya dari kerajaan jaman dulu. Bangunannya masih angun kokoh berdiri dan ruang terbuka di bagian tengah bangunan itu biasa di pakai untuk konser musik klasik. Kemudian jalan ke pusat perbelanjaan tapi sayang banyak yang tutup karena hari minggu pada libur, duduk-duduk di dekat air mancur. Lalu pergi ke festival, kayak pasar kaget di hari minggu. Ramai banget dan banyak orang jualan pernak-pernik, pengamen juga ada, seniman yang iseng melukis, organisasi ekologi seperti Green Peace juga ada stan kecil disitu. Setelah makan siang kembali cabut ke Berlin naek kereta api lagi. Waktu perjalanan pulang sedikit terlambat karena banyak holigan sepakbola yang naek kereta api. Sesampainnya di stasiun kota Berlin teman sudah sepuluh menit menunggu untuk menjemput untuk membawaku ke apartemen. Tidur……zzzzzz mimpi indah terbang ke Bulan.

Hari-hari berikutnya di Berlin diisi dengan kegiatan favourite yaitu sepeda-sepeda an kota-kota. Temenku punya 4 sepeda, dua sepeda balap, satu sepeda yang besar dan panjang untuk tandem dua orang dan satu lagi sepeda kumbang Oemar Bakrie. Sepeda kumbang jantan ini belum lama dia dapat, kalo tidak salah bekas sepeda militer tentara waktu jaman perang dunia ke dua. Jalan-jalan naek sepada di Berlin enak banget karena ada jalur khusus sepeda, udaranya adem trus banyak taman-taman kota yang bisa dipake untuk bersantai, barbeque ataupun bercinta.Sempat juga juga pergi ke taman Sansoucci, taman ini peningalan jaman dulu terawat sampai sekarang dan indah. Bangunan-bangunan besar di kelilingi taman dan rumput hijau. Waktu masuk ke salah satu bangunan itu di minta untuk lepas sepatu dan sandal lalu di beri sepatu sendal yang berbulu, ini untuk menjaga lantai agar tetap terjaga dan tidak cepat rusak. Ornamen di dalam gedung ……bayangin sendiri aja kalo istana itu seperti apa. 

Dari Berlin kemudian menuju ke Stuttgart, temenku yang bawa mobil lewat Autobahn atau jalan tol. Kadang aku minta dia untuk ngebut….hahaha asik juga sambil muter lagu RHCP plus menikmati pemandangan kebun gandum di kanan dan kiri jalan ditambah udara segar mengalir bebas dari sun roof mobil yang terbuka.

Di Stuttgart menginap di rumah orang tua teman, pegawai negeri bekas tentara waktu perang dunia kedua, sudah pensiun.  Keesokan harinya hujan es besar-besar, pasti bonyok kalo kena kepala, heran musim panas kok ada hujan es. Sorenya bantu bersih-bersih kebun di belakang rumah potong-potong rumput.

Hari-hari selanjutnya matahari kembali bersinar cerah. Pergi ke danau untuk berenang. Banyak orang telanjang di sekitar danau tidur-tidur an menikmati hangatnya matahari, sebagian ada yang telanjang bulet. Hari lain pergi ke museum Mercedes Benz. Koleksinya lengkap dari jaman dulu waktu awal-awal sampai dengan sekarang. Mobil yang kayak sepeda ada mobil balap dari yang klasik sampai mobil bekas formula one yang di pake oleh Mika Hakinnen pun nangkring disana. Kota Stuttgart sedikit berbukit-bukit jadi kurang enak kalau jalan-jalan pake sepeda.

Satu teman laen mengundang untuk datang ke rumah dia. Makan-makan lalu di ajak ke kebun anggur punya keluarga. Ada rumah kecil di dekat kebun anggur itu dan kami semua menginap di tempat itu. Rasanya kayak di kampung sendiri, malemnya tidur tidak nyenyak karena banyak nyamuk ……mau beli autan tidak ada warung. Akhirnya tidur mlunker selimut dari ujung kaki sampai ujung rambut. Keesokan harinya santai bareng sarapan, ngobrol-ngobrol dan bersenda gurau sambil maen-maen di sekitar rumah. Sorenya barbeque, rame-rame makan banyak daging dan minum anggur puas-puas sampai malem. Di lain hari jalan-jalan ke kebun anggur naik agak ke atas bukit, sejauh mata memandang hijau kebun anggur di tengahnya ada sungai besar meliuk, jadi teringat sawah menghijau di Godean Jogja. Lalu pergi ke pabrik anggur untuk beli beberapa botol.

Ahha ….. baru inget …..belanja coklat ……berkili-kilo ….. makan coklaaattttt……..! udah dulu ya, Aufwedersehen!